Tips Persiapan Sebelum Wawancara Perawat
Meskipun setiap wawancara kerja bersifat unik, beberapa pertanyaan umum mungkin muncul selama sebagian besar wawancara. Mempersiapkan dan melihat contoh pertanyaan dan jawaban terlebih dahulu dapat membantu menyusun jawaban Anda sendiri dengan cara yang menonjolkan pengalaman unik Anda secara positif. Selain itu, hal ini dapat membantu Anda mengetahui apa yang diharapkan selama wawancara, yang akan membuat Anda merasa lebih percaya diri dan meningkatkan peluang Anda untuk mengesankan pewawancara.
Berikut hal yang perlu diingat saat mempersiapkan wawancara Anda:
1.Teliti misi dan sejarah organisasi.
Untuk lebih memahami budaya dan nilai-nilai mereka, tinjau keberadaan mereka di media sosial, penilaian pasien, komentar dari pasien dan karyawan, serta cara mereka menanggapi dan berinteraksi. Bicaralah dengan rekan kerja yang pernah bekerja di organisasi tersebut atau kunjungi forum keperawatan daring untuk mendapatkan informasi.
2.Baca deskripsi pekerjaan.
Bandingkan dengan kualifikasi dan prestasi keperawatan Anda. Wawancara keperawatan sering kali menggunakan pertanyaan situasional, jadi evaluasi ini membantu Anda mempersiapkan diri untuk menunjukkan bahwa Anda memiliki pemahaman yang baik tentang peran dan keterampilan yang dibutuhkan.
3.Siapkan pertanyaan potensial.
Pemberi kerja lebih menyukai kandidat yang terlibat dalam percakapan. Tanyakan tentang rasio perawat terhadap pasien, orientasi, evaluasi kinerja, retensi perawat , fleksibilitas jadwal, mengapa organisasi merupakan tempat yang sangat baik untuk bekerja, dan potensi untuk kemajuan.
4.Berpakaianlah dengan baik dan bersikaplah profesional.
Hal ini berlaku baik saat Anda melakukan wawancara secara langsung, virtual, atau melalui telepon.
- Perhatikan bahasa tubuh Anda dan bahasa tubuh pewawancara Anda.
- Wawancara virtual semakin populer, jadi pastikan kamera Anda menyala dan matikan atau matikan telepon Anda.
- Wawancara telepon sering dilakukan untuk mempersempit kandidat potensial, jadi tanyakan tentang langkah selanjutnya sebelum menutup telepon.
5.Latihan soal wawancara perawat.
Pastikan untuk mencatat saat Anda memikirkan kemungkinan skenario atau jawaban. Ada juga banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu Anda dalam wawancara tiruan. Kembangkan resume profesional dan surat lamaran yang ditulis dengan baik . Cetak satu salinan tambahan (atau dua) dengan referensi dari manajer perawat sebelumnya atau instruktur keperawatan untuk ditinggalkan.
6.Bersihkan media sosial Anda.
Periksa konten dan foto daring Anda untuk mencari materi yang tidak profesional. Sebaiknya buat semua akun menjadi pribadi kecuali akun LinkedIn Anda, yang harus menyertakan foto profesional dan informasi pekerjaan terkini.
7.Tepat waktu.
Wawancara virtual mungkin mengalami kendala teknis, dan Anda dapat terjebak kemacetan dalam perjalanan menuju wawancara langsung. Rencanakan untuk tiba setidaknya sepuluh menit sebelum wawancara untuk menunjukkan bahwa Anda tepat waktu dan dapat diandalkan.
8.Kirim email tindak lanjut.
Email ini bisa singkat, tetapi sangat penting untuk memperkuat kesan pertama yang baik. Gunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih atas waktu mereka dan berikan pernyataan singkat tentang mengapa Anda adalah kandidat terbaik untuk posisi tersebut. Kiat profesional: Tunggu dua puluh empat jam setelah wawancara untuk mengirim catatan tindak lanjut.
Bonus Tips Persiapan Wawancara
1.Kejujuan adalah hal terbaik
Ada alasannya mengapa ini menjadi klise. Menjadi jujur dan tulus dalam jawaban Anda sangatlah penting. Anda dapat menyesuaikan respons Anda untuk menonjolkan sifat dan keterampilan terkuat Anda, tetapi jangan mencoba memberi tahu pewawancara apa yang menurut Anda ingin mereka dengar. Anda harus ingat bahwa pewawancara Anda adalah calon kolega atau bahkan mentor. Anda ingin mereka mengetahui diri Anda yang sebenarnya untuk memastikan bahwa Anda benar-benar cocok untuk tempat kerja ini dan bahwa Anda dapat bekerja sama dengan baik di masa mendatang. Selain itu, bersikap jujur adalah cara terbaik untuk menghindari ketidakkonsistenan dalam jawaban Anda dan memastikan bahwa Anda dan pewawancara memiliki pengalaman yang baik.
2.Tetap pada dua menit
Anda tidak ingin membuat pewawancara Anda berbicara panjang lebar. Meskipun proses wawancara seharusnya membantu mereka mengenal Anda, penting untuk diingat bahwa terlalu banyak informasi belum tentu lebih baik. Kami sarankan agar jawaban Anda berdurasi sekitar dua menit atau kurang jika memungkinkan. Dua menit cukup lama untuk memberikan informasi yang relevan dan menyertakan beberapa contoh konkret. Durasi tersebut juga cukup singkat untuk memastikan bahwa Anda tidak kehilangan audiens dan tidak memberikan informasi yang tidak relevan. Lebih jauh lagi, jawaban yang ringkas memberi tahu pewawancara bahwa Anda mampu mencari tahu informasi apa yang relevan, mengaturnya, dan mengomunikasikannya secara efektif.
3.Latihan,latihan,dan latihan lagi
Kami tidak mengatakan bahwa Anda harus menuliskan jawaban Anda dan berlatih hingga Anda menghafalnya kata demi kata. Itu akan menjadi kontraproduktif, jadi kami sarankan untuk menghindarinya. Sebaliknya, Anda harus menuliskan poin-poin utama untuk jawaban Anda dan berlatih menjawabnya dalam wawancara tiruan. Setelah Anda puas dengan struktur jawaban Anda, Anda bahkan dapat mulai mencatat dan menghitung waktu Anda sendiri untuk mengatasi masalah apa pun dalam perilaku Anda, dan untuk memastikan bahwa jawaban Anda tidak terlalu panjang.
Posting Komentar